Gak pake acara lelet, setelah rapi, kami berangkat keluar menuju Menara Petronas. Sambil mencari taxi, kami berjalan kaki dengan riang gembira. Lalu kami menemukan taxi berbentuk KIA Carens. lumayan, muat banyak, tanpa argo, kami ditawarkan short city trip sebelum menuju Menara Petronas. Sementara para pria menawar, wanita-wanita mah foto-foto aja dulu. :p
![]() |
| sempet-sempetin pose dulu :D |
Selanjutnya, kami di"jebak" oleh Abang taxinya ke sebuah toko cokelat bernama Beryl's. Namanya familiar ya. Disana tersedia berbagai macam cokelat dari seluruh dunia dan kami negborong lagi. Yang paling tempting sih cokelat dari Ghana. Paitnya pas. tapi harganya mahal. huhu...
Next Destination is Menara Petronas. Asli, kami karonnya (baca:norak) maksimal. Foto-foto jungkir balik supaya dapet view kita dengan background menara petronas dari bawah sampe atas. udah susah-susah, ternyata memang ada spot khusus foto yang disediain buat turis gadungan kayak kami. haha.. stupido.
After foto-foto, ternyata kami gak bisa naik ke atas menara petronas, jadi kami masuk ke Surya KLCC, sebuah mall cukup besar. Keliling-keliling dan mata terpaku pada poster sebuah film yang menurut isu di Jakarta waktu itu gak akan masuk ke Indonesia karena isu pajak film. Mas Johnny Depp dengan kumis dan rambut kutuan nya amat sangat menggugah hati ingin menghampiri. "Pirates of the Carribean 4". Film yang amat sangat ditunggu pecinta film.
Jadilah kami nonton dulu.
NONTON BIOSKOP PAS LIBURAN ITU RASANYA BEDA
Setelah nonton sekitar 2,5 jam, gue dan ina terkejut ngeliat jam. Gue lupa jam persisnya flight gue pulang, sekitar 15:30 deh. Yang jelas itu udah 3 jam sebelum keberangkatan. Waktu itu gue dan Ina pulang duluan ke Jakarta. Langsunglah kami lari-lari keluar Mall, nyari taxi, ambil tas ke hostel. Dannn waktu itu hari senin dan waktu itu lagi jam makan siang. Daaann.. Bukit Bintang maceeet banget jam segitu. Persis Jakarta banget deh.
INI BAGIAN SERUNYA
Kebat kebit, lari-lari kesana kemari, akhirnya kami sampai di KLIA. Langsung Check-In daaaannnn Mba-Mba Boarding Pass India dari Air Asia minta paspor dan tiket gue. Dan dia bilang
"What time your flight is?"
"As stated there" sambil nunjuk tiket.
"Sorry, the gate had closed about 10 minutes ago. Your late"
Langsung gue dan Ina bengong. Narik tiketnya dan kami baca pelan-pelan. Jadi dari kemaren-kemaren gue sama Ina salah baca jam flight pulang. Yang kami baca adalah jam tiba di Jakarta, bukan jam keberangkatan dari KL. Jadi intinya, gue dan Ina ketinggalan pesawat.
"So, can we change the flight? Do we have to pay some charge?" , gue usaha kali aja ga keluar duit lagi.
"You can change the flight but the changing cost is more expensive than the new ticket fee for the next flight"
Kami bengong. Nelen ludah.
"How much do they cost?"
Ternyata harga tuker jadwal penerbangan lebih mahal daripada harga beli tiket baru. Dengan amat sangat berat hati, kami memutuskan untuk membeli tiket baru seharga 700 RM atau sekitar 2juta rupiah untuk 2 tiket. Next flight adanya jam 19:00. Cukup banyak waktu untuk nelangsa.
BETAPA GAGALNYA KAMI UNTUK MENJADI BACKPACKER
Begitu masuk pesawat, rupanya kami dapat kursi paling belakang. Sedih banget deh jadi orang yang beli tiket last minute. 1 jam 45 menit waktu untuk mentertawakan nasib dan terkagum-kagum melihat ibu-ibu Tambun tidur dari awal penerbangan sampai mendarat yang duduk di kursi sebrang. Gue dan Ina juga sempat curhat sama pramugara-pramugarinya.
Alhamdulillah pesawat medarat jam 21:00 an. Ibu-ibu tambun itu bangun dan sambil menunggu keluar pesawat, dia ceriat bahwa dia ketinggalan pesawat juga. Hal yang sama juga dengan kami. Merasa 'have something in common', ibu itu ngajak kita ngobrol terus. Nanya rumah dimana, naik apa, kemana aja di KL, dll. Turun pesawat, ibu itu ngajakin naik taxi bareng karena dia lewat slipi juga. Gue dan Ina iya-in aja.
Gue dan Ina melewati bagian imigrasi dengan lancar, sedangkan ibu-ibu tadi agak lama. Gue dan Ina nungguin dong, berhubung emang mau naik taxi bareng. Ibu itu sempet disamprin petugas berseragam, diajak ngomong, dan digiring ke sebuah ruangan dengan kaca besar.
Gue dan Ina yang sedang heboh nyalain BB ngarep-ngarep ada yang bbm atau sms, tiba-tiba dipanggil petugas tadi. Lumayan ganteng sih doi. Pake lencana kaya officer-officer FBI. Rupanya dia petugas Custom dari Menteri Keuangan (atau Depdagri, gue lupa. CMIIW). Kami digiring masuk ke ruangan tadi, dan disuruh masuk.
Beberapa petugas lain masuk juga. Ibu-ibu tadi diinterogasi. Nanya hubungan dia dengan gue&Ina apa, ngapain ke KL, beneran baru kenal atau engga. Gue dan Ina juga ditanyain, kami jawab apa adanya. Gue mulai kesel karena barang-barang di ransel gue mau di periksa juga. Gue males banget argumen dan gue terserahin aja. Semua barang gue dan Ina diperiksa. Toh emang ga ada yang aneh. Yang lebih ngeselin lagi, badan gue juga digeledah. Kaya orang yang salah apaaa aja. Ngeselin.
Tapi selama geledah, gue jadi tau bahwa orang dengan nama yang sama dengan nama Ibu-Ibu tambun itu sedang dicari-cari atas tuduhan semacam buronan. Nyeremin abis.
Tapi setelah penggeledahan, gue, Ina dan Ibu tadi dibolehkan pulang. Gue dan Ina langsung ga mau pulang bareng dengan Ibu itu. Seribu alasan kami berikan biar bisa misah.
Akhirnya kami misah dengan ibu itu.
Di jalan, gue dan Ina terbengong-bengong.
ADA APA DENGAN HARI INI? SUPER BANGET DEH ANEHNYA.
![]() |
| nelongso di kursi belakang |
Tapi gue dan Ina bersyukur banget bisa sampai rumah dengan selamat dan punya cerita yang super banget seperti ini.
Pelajaran yang berharga banget deh.
1. Kalo mau liburan, baca jam flight dengan benar dan teliti. Baik untuk flight berangkat maupun pulang. Serius, baca berulang-ulang lebih baik. Gak mau tekor kaya gue kaaan?
2. Jangan mau sembarangan diajak pulang bareng sama Ibu-ibu tambun. Becanda deeeng, maksud gue, jangan mau diajak pulang bareng sama orang yang belom dikenal. It's too risky. Jangan sampe kejadian kaya gue deh.
Yah, begitulah cerita travel abroad gue yang pertama kali. Emotion turbulences parah deh.
Tapi seru dan ga bikin gue kapok untuk liburan lagiiii..
Mari hunting tiket muraaah.. ;)
Love,
Sitta




Tidak ada komentar:
Posting Komentar