Wuah sudah hari
ke tiga aja perjalanan kami selama di Turki. Udah ga ngerti lagi deh ini udah
di kota ke berapa. Hati saya masih sedikit tersisa di Izmir sih, sedikit
menyayangkan kenapa ga sempet nginep disana. Mungkin ga ada tempat wisata lagi
kali ya. Bener2 cuma kota untuk tempat tinggal, ngantor, dan sekolah.
Begitu tiba di
tujuan,kami disambut dengan sangat hangat, kemudian digiring masuk ke sebuah
ruangan dengan catwalk di tengahnya, sambil disuguhi Turkish Tea. Sang Manager
membuka acara, menyambut kami dengan sangat hangat, kemudiam fashion show
dimulai.
Para model2
cantik dan ganteng (ganteng banget) keluar dengan menggunakan jaket kulit domba
produksi tempat ini. Popular namanya. Di semua jaket yang dipakai, diberi nomor
sehingga kami bisa menindaklanjuti kalau berminat untuk membeli. Fashion show
berjalan seru dan menyenangkan. Menyegarkan mata deh pokoknya. Hehehheeee..
Setelah fashion
show, sang Manager presentasi dan mulai JUALAN. Tiap2 kami dihampiri oleh
seorang pramuniaga yang sangat agresif. Begitu melihat harga, wah... saya sih
jujur, langsung ilfil. Meskipun mereka memberi iming2 bahwa mereka adalah
supplier kulit untuk merk Burberry, Armani, dan LV, saya tidak tertarik karena
biar bagaimana pun, akan lebih wothed kalo beli di toko merk2 tersebut
langsung. Lain hal dengan ka Eba dan ibu2 lainnya, mereka sih belanja. Buat
saya, belom waktunya. Mendingan uangnya untuk trip selanjutnya. Hehehe..
Melihat perilaku
pramuniaga di workshop lamb skin ini, saya jadi ga berani kalo liat2 barang di
toko sendirian. Bisa jadi dipepet terus, sampe kita beli. Mendingan terus dalam
keadaan bergerombol deh.
![]() |
| Jelang fashion Show |
![]() |
| Okay. What is this all about?? |
Setelah dari
workshop yang menakutkan itu, kami lanjut ke spot yang amat sangat saya
nanti2kan. Ephesus Village. Perkampungan bekas peninggalan Romawi yang hancur
oleh gempa dan longsor. Ephesus ini dulunya adalah ibu kota Romawi. Tinggal
puing2 nya aja, tapi masih cukup bisa terbayang kondisi jaman dulu gimana.
Sisa2 kepercayaan paganisme ketika itu sangat terasa karena banyak patung
ukiran dewa dewi. Yang menarik perhatian
saya di Ephesus ini adalah Library, Toilet massal, patung Herkules, dan Dewi
Nike.
Bekas library /
perpustakaan di Ephesus ini termasuk spot yang legendaris dan juga sering
muncul di buku2 atau video2 travel. Sungguh, keren banget.
Perkampungan ini sebenernya terasa seperti kota sendiri, karena ada gedung parlemen,
rumah raja, komplek rumah orang kaya, colloseum, dan beberapa agora. Agora adalah sebutan pasar
untuk jaman itu.Waktu kami cukup banyak di Ephesus ini, sampai akhirnya terasa
cukup lelah.![]() |
| That Legendary "Library of Celcus" |
![]() |
| dewi nike |
Setelah makan
siang, perjalanan dilanjutkan menuju kota lain. Pamukkale. Kota ini terkenal
dengan Hierapolis dan Cotton Castle. Hierapolis juga merupakan kota peninggalan
Romawi kuno dan di salah satu sudutnya, ada terasering yang terbentuk alami
dari mineral kapur dan sulfur. Rencananya sore itu kami akan langsung melihat
cotton castle, tapi karena hujan, jadwal dipindahkan menjadi keesokan pagi nya.
Namanya juga FO,
secara fashion, barang yang dijual kurang menarik. Saya aja cuma beli handuk
bergambar real madrid. Dari situ, saya ngobrol banyak dengan seorang pramuniaga
yang sangat menggilai sepakbola. Dia sedih banget 2014 ini Turki ga masuk ke
dalam World Cup, tapi one day, Turki bakal jadi juara dunia. Aamiin. Dia fans
berat Galatasaray. Saya cerita aja bahwa saya fans berat Mesut Özil. Langsung
deh dia cerita2 dan bangga bahwa Mesut adalah orang Turki. Iye mas, saya tau.
Hahaha.. Tadinya saya mau ngadu domba dia dengan sang Tourguide yang merupakan
fans berat Fenerbahce. Tapi ga jadi deh. Di tanah orang masa mau ngadu domba.
Selesai
berbelanja, kami melanjutkan perjalanan ke kawasan bawah belakang cotton
castle. Anggap saja sebagai teaser sebelum besok pagi melihat cotton castlenya
beneran. Dan memang, dari bawah belakang aja gundukan bukit kapur ini sudah
cantik banget. Dengan dihiasi danau yang terlihat seperti danau buatan dan
bebek serta angsa yang lucu2 berseliweran, view disini indah banget!
Dinas pariwisata
Turki memang pandai mengelola tempat wisata. Padahal taman ini gratis dan bisa
dimasuki siapa saja loh.
Di tour saya
hari ke tiga ini, sudah tak terhitung saya mengagumi kebesaran dan kekuasaan
Allah SWT dalam menciptakan alam Nya. Ucapan Mashaa Allah dan Subhanallah
terlontar spontan hampir sepanjang hari. Saya baru menjelajah sepertiga dari
plan perjalanan kami, tapi sudah begitu banyak pengetahuan dan pemandangan
indah yang saya dapatkan. Alhamdulillaah.
Setelah
perjalanan seharian yang cukup melelahkan, kami check in di Villa Lycus untuk
beristirahat. Suhu Pamukkale sejauh ini adalah suhu paling dingin yang pernah
saya alami, mencapai -1 derajat celcius. Kami harus jaga kesehatan, karena
perjalanan masih panjang dan masih ada banyak pemandangan indah yang akan kami
saksikan..
![]() |
| Barisan pohon kapuk dengan background gunung apa ya namanya.. lupa. |
| Penampakan Pamukkale Cotton Castle dari belakang |
![]() |
| MasyaAllah |













Tidak ada komentar:
Posting Komentar