Jumat, 21 Maret 2014

One of my Dream Journey : Another Historical Site

Sebelum menceritakan kisah perjalanan saya, memori saya terlempar kembali ke hampir 3 tahun lalu. Saat itu saya baru suka-suka nya dengan Özil. Özil, pemain bola asal Jerman, berdarah pure Turki dan clubnya adalah club favorit saya, Real Madrid. Saya cukup tergila-gila sama Özil, sampai seringkali membuat orang geleng2 kepala. Seringkali orang2 lelah menghadapi hebohnya saya dan nanya “lo serius pengen Özil jadi suami lo?” ya enggak lah! Tapi kalo kejadian juga gapapa. Hahahaaa...
Ditanya begitu, saya cuma bisa jawab : Özil is the blueprint of my dreams.
Kenapa?

He's a Germans : Diantara semua bule, gatau kenapa saya paling suka dengan bule Jerman. Jangan tanya kenapa, gatau. Apalagi kalo dapet bonus kena campuran Turki. Ga bule-bule banget dan ga Arab-Arab banget. On the other hand, saya kagum sama Jerman. Pendidikannya bagus, apalagi buat yang pengen jadi Engineer. Di dunia Insurance, Jerman juga maju banget. Salah satu contohnya, kantor saya banyak bekerjasama dengan perusahan reasuransi Jerman. Dari segi bahasa, mungkin Jerman lah yang paling bisa saya jangkau untuk dipelajari selain bahasa Inggris. Maka dari itu, saya ikutan les Bahasa Jerman. Niatannya sih biar otak ga tumpul akibat rutinitas kerja dan cari hiburan aja. Gara2 les, jadi termotivasi pengen ke Jerman. Tapi ga terlalu pengen buat liburan. Pengennya sekalian urusan kerja. Tapi kalo ada rejeki sih pengen juga. Aamiin.

He's a Moslem : Özil ngasih contoh baik setiap kali mau tanding. Dia berdoa. Ganteng banget kalo lagi berdoa. Ngasih contoh oke aja buat kita buat selalu memulai apapun dengan doa. Kalo ada yang langsung bilang “dia Moslem, tapi kelakuan ala eropa”  lah, suka suka dia. Bukan urusan saya. Ambil baiknya aja.

He's a Turkish : saya sangat suka sejarah2 Turki mulai dari sejarah Yunani-Romawi, Kristen, dan Islam. Turki secara geografis juga amazing banget karena berada di 2 benua sekaligus dan ada banyak kota2 dan bentang alam yang amazing. Selama di Medinah-Mekkah, orang2 Turki memperlakukan saya dengan sangat baik. Ngajak ngobrol, ngasih kacang, kopi, sampai ngasih kaos kaki dan ngasih doa. I swear, I will go to Turki in 2014.

Dari dulu, saya sudah obsessed sama Turki. Saya jatuh cinta sama interior Blue Mosque, saya jatuh cinta sama motif2 mozaik khas Turki saya jatuh cinta dengan sejarahnya yang dulu merupakan ibukota Islam (Istanbul) di kekaisaran Ottoman. Obsesi saya bukanlah tanpa diiringi dengan usaha untuk mewujudkannya. Hampir 3 tahun lalu, saya pernah ikutan macem2 kuis dan undian yang berhadiah ke Turki. Mulai dari undian Wardah, lomba menulis, lomba twitter, dll. So far sih yg paling niat ya undian Wardah, karena saya harus belanja dengan nominal tertentu untuk dapet kupon undian dan saya jadinya  beli macem-macem kosmetik merk Wardah benar-benar dengan harapan besar. Kalian ga akan tau rasanya betapa saya ngarep. Tapi di antara semua usaha itu, belum ada yang membuahkan hasil. Sempet patah hati, tapi saya rehat sejenak untuk mengubur sebentar mimpi saya.

2013, Alhamdulillah dapat undangan dari Allah untuk ke tanah suci.
Alhamdulillah dapat banyak kesempatan untuk memohon sama Allah agar dibukakan jalan untuk meraih cita-cita, salah satunya ke beberapa belahan bumi yang saya inginkan.


Kembali lagi, saya membuat janji untuk mengunjungi Turki di 2014. Allah yang kasih jalan. Saya serahkan pada yang Maha Kuasa.


Februari 2014. One of my dream came true.

My target is : Step on as many historical sites around the globe as I can.

Awal Februari, itinerary untuk perjalanan diberikan oleh pihak travel. Dengan warning bahwa suhu akan sekitar -5 sampai 10 derajat celcius, jadi siapkan pakaian hangat dan siapkan pelengkap makanan seperti sambal dan abon.
Untuk poin pertama sangat saya perhatikan, tapi untuk poin kedua, sedikit saya abaikan karena saya niat banget mau makan makanan lokal.

Hari demi hari berlalu, saya dan kaka sulung (Ka Eba) riweh-riweh sendiri untuk packing perlengkapan perjalanan kami yang akan memakan waktu 10 hari. Pertimbangan antara bagasi harus muat apalagi niatan mau belanja banyak, tapi baju juga harus sylish dan nyaman karena harus banget banyak foto-foto. Haha..

Cuti sudah diajukan dan di approve, perlengkapan sudah siap. Saya ga sabaran sekaligus deg-degan karena belum pernah merasakan penerbangan selama belasan jam. Huaaa.. mau ngapain aja di pesawaaat??


Hari H tiba. Mama dan  ka Lala nganter ke bandara, dan saya janjian sama ka Eba disana. Sekalian kenalan dengan tetangga-tetangga kaeba yang menjadi mayoritas pengisi rombongan tour.
Alhamdulillah urusan imigrasi di bandara Soetta lancar. Jam 20.40 malam, pesawat kami berangkat, transit di Changi kemudian lanjut ke Ataturk International Airport Istanbul. Bismillah.

14 jam + + berlalu, Alhamdulillah perjalanan lancar dan kami mendarat di Istanbul.
Huaaaa...seneeeng banget rasanya bisa menginjak salah satu tanah yang saya impi-impikan.

jam makan ga karuan

suasana bandara Ataturk

Suhu waktu itu 7 derajat celcius. Cukup kaget, tapi ketutupan sama excitednya kami. Alhamdulillah imigrasi saya dan ka Eba lancar, padahal paspor kami ketuker. Hahahah.. lolos aja deh mas.
Selesai urusan perbagasian dan agak riweh karena disana ga ada porter, jadi kami mulai belajar mandiri. Rombongan kumpul dan disambut oleh tourguide asli orang Turki. Fahri namanya. Dia bakalan nemenin kami selama berada di Turki.


Suhu waktu itu 7 derajat celcius. Cukup kaget, tapi ketutupan sama excitednya kami. Alhamdulillah imigrasi saya dan ka Eba lancar, padahal paspor kami ketuker. Hahahah.. lolos aja deh mas.
Selesai urusan perbagasian dan agak riweh karena disana ga ada porter, jadi kami mulai belajar mandiri. Rombongan kumpul dan disambut oleh tourguide asli orang Turki. Fahri namanya. Dia bakalan nemenin kami selama berada di Turki.

Perjalanan pertama adalah menuju Canakkale. Jadi langsung ke tanah bagian Asia nya Turki, naik bus tapi nyebrangnya pakai ferry. Assiiiikkk.. Saking baru nya nginjek Turki, experience pertama berenti di rest area dan ke toilet pertama kali harus di foto doong.

toilet aja 1 TLR bayarnya

foto2 biar anget. sayangnya asap nya ga keliatan dari mulut


Sebelum nyebrang dengan ferry, kami lunch di sebuah resto di pinggir perairan, tepat sebelah pelabuhan. Nuansanya gimanaaaa gitu. Makan sambil liat burung terbang2 nangkep ikan. Viewnya keren banget karena banyak kapal2 pribadi kecil2 pada parkir dengan background perumahan khas Turki yang bertumpuk-tumpuk susunannya.


Resto dipinggir pelabuhan. new experience
view selama makan siang


Selesai makan, kami langsung naik ferry, nyebrang ke Antalya. Antalya atau Anatolia adalah sebutan bagi tanah Turki di bagian daratan Asia. Saya baru tahu.
Perjalanan di ferry 20 menit. Kami dijamu dengan pemandangan asik dan teh khas Turki dengan gelas khasnya juga. Rasa tehnya.... pahit!!!!



saking buru2nya, jadi foto sambil ngakak
Perjalanan dengan Ferry memakan waktu 20 menit. Perjalanan dilanjutkan dengan bus yang disetir oleh pak Salim, yang juga akan menemani kami selama berada di Turki. Destinasi pertama adalah patung kuda Troy yang ada di film Troy. Jujur, saya belom nonton film itu karena pada dasarnya ga suka film perang. Tapi saya suka sejarah. Jadi disana kami foto2 dalam waktu 10 menit saja. Waktu sangat dibatasi, karena bus ga bisa parkir. Lokasinya tuh dipinggir pantai. Agak mirip seperti di Jeddah sih, tapi ini lebih bagus dan lebih terlihat seperti tempat nongkrong. Muda-mudi Turki udah pada kece banget mau mejeng di pinggir pantai. Di pinggir jalan, restoran, cafe dan bar berbaris, siap diisi oleh muda-mudi yang akan menghabiskan waktu minggu malamnya. Sayang waktu kami sempit jadinya ga sempet melihat keramaiannya di malam hari.

di depan patung kuda Troy. Anginnya dahsyat!


Lanjut, kami menuju ke Benteng Troy, situs tua peninggalan jaman Romawi. Ini lokasi asli kejadian yang difilmkan ke film Troy (Eric Bana dan Brad Pitt). Tapi syutingnya di Yunani (kata Tourguide). Disitu kita bisa melihat kehebatan manusia2 jaman itu dalam membangun benteng pertahanan, dam, dan tempat pemujaan dengan konsep yang indah. Sayang sekali lokasi ini hancur oleh gempa dan cuaca, jadinya tinggal reruntuhan aja. Keren banget. Saya kan suka banget sama sisa-sisa peninggalan tempat bersejarah. Reruntuhan, dll. Bisa memicu imajinasi dan merasa turut menjadi saksi sejarah.





Perjalanan hari itu berakhir di Iris Otel Canakkale. Hari masih jam 6 kurang, tapi kami lebih memilih untuk istirahat, karena setelah melalui penerbangan panjang, kami langsung tour seharian. Ga terasa capek sih, tapi kami harus istirahat. Harus.

Begitulah pengalaman hari pertama kami di Turki. In shaa Allah akan dilanjutkan dengan cerita hari2 selanjutnya. Semoga bisa menambah pengetahuan yaa.. Aamiin..






Tidak ada komentar:

Posting Komentar