Sabtu, 30 Maret 2013

The Journey to 2 Haram Lands : Ini bagian Plesirannya (Madinah)



Hallo!
Semua umat Islam mustinya sih tau bahwa kota Madinah menyimpan banyak sejarah. Banyak kisah dan saksi bisu perjuangan dan kejayaan Rasulullah SAW yang terbentang disini.
Alhamdulillah dari travel gue, diadakan jadwal untuk wisata mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kota Madinah. Deg-deg an hati gue ketika bersiap-siap melihat lokasi-lokasi bersejarah perjuangan Islam di masa lampau yang menjadikan kita bisa mendapatkan nikmat Islam seperti sekarang. Alhamdulillah.
Trip pertama, dari hotel kami berangkat menuju Masjid Quba. Masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW, literally. Beliau turut meletakkan batu dan menyusunnya menjadi bangunan masjid. Itulah mengapa masjid ini merupakan salah satu masjid yang memberikan keutamaan.


Cakep deh dalemnya (modelnya juga cakep)

Menggendut tandanya Happy

Barangsiapa yang berwudhu dari tempat tinggalnya dan solat di Masjid Quba, ia akan mendapatkan pahala melaksanakan ibadah Umroh.
Subhanallah. No wonder, di masjid Quba ini raaammmeeeee banget. Orang2 berdesak2an berebutan untuk foto solat sunnah. Setelah itu, ga lupa kami melakukan tradisi yang gaboleh dilewatkan, yaitu foto2. Hehe...
Tujuan selanjutnya adalah Kebun Kurma. Hm...  I have too much expectation about this place. Pas nyampe sana, krik,,krik,, gitu2 doang. Yang ada Mamah ngeborong Kurma, Coklat, Kismis, Kacang, , minyak zaitun, dan Pistachio sampe sekardus. Ehem. Padahal, begitu besoknya kami mampir di sebuah toko kurma punya orang Turki yang ada di deket hotel, harganya jauh lebih murah. Nyeseghhhh.. tapi yaudahlah. Itulah buah dari napsu belanja. Hahahahaha...
Tapi gue mendapat satu pelajaran yang sangat berharga :
Kurma Ajwa (kurma Madinah) dapat menangkal dan mengobati diri dari gangguan sihir dengan memakannya sebanyak 7 butir. Kurma Ajwa ini adalah kurma favorit Rasulullah SAW, padahal kurma ini kecil dan kurus. Kenapa?  Karena kurma ini melambangkan kesederhanaan yang membawa manfaat. Subhanallah.

Sempet amat
Kerupuk aneh. menurut pengindraan gue, kayak ada nori nori nya
Almond dan Pistachioo.. kedoyanan akuuu..

Selanjutnya, kami mampir ke Jabal Uhud. Kawasan perbukitan dimana terjadinya perang Uhud. Yang suka baca sejarah Islam, mustinya udah tau nih. J
Disana gue membayangkan formasi pasukan panah yang diatur Rasulullah. Pasukan yang jumlahnya sangat sedikit dibanding pasukan lawan. Gue membayangkan kemenangan mereka dengan kehandalan memanah mereka, hanya saja mereka tergoda oleh harta rampasan perang (Ghanimah) sehingga mereka lengah dan pasukan lawan menyerang dari belakang. Disinilah Jenderal Hamzah terbunuh. Nangis dah gue.
Di kawasan ini pula Hamzah dimakamkan. Disana, tidak dianjurkan berdoa sambil menengadahkan tangan. Suka ditegur sama petugas atau orang sana asli. Takut timbul kesalahpahaman bahwa kita berdoa kepada makam, bukan kepada Allah. Kita ikuti saja.

Jabal Uhud
Makam Hamzah dibalik pager ini
Trus di Madinah kami sempet lewatin juga masjid Qiblatain. Masjid dimana turunnya wahyu berpindahnya kiblat yang awalnya menghadah ke Masjidil Aqsha (Jerusalem), berpindah menghadap ke Masjidil Haram (Mekkah). Itulah mengapa masjid ini disebut masjid dengan 2 kiblat. Sayangnya kami ga sempet mampir kesana.


Di Madinah kami sempet juga melewati makam Baqi. Pemakaman disana ga ada nisannya. Cuma pasir dan batu aja. Sebenernya Baqi ini sebelahan sama Masjid Nabawi sih, tapi karena Masjid Nabawi tuh gede buanget, gue jadinya Mudengnya baru belakangan. Hahahhaa..
Banyak hal-hal menarik yang gue liat selama di perjalanan.
Misalnya kedai Starbucks yang ga ada lambang putri duyungnya dan tulisan Starbucksnya pake huruf Arab (yaiyalah). KFC pun ga ada Kolonel Sandersnya. Trus, ada etalase toko Giordano Kids, giliran foto modelnya bocah cowo, mukanya ga disensor. Giliran modelnya cewe, mukanya jadi kotak2 pixel gitu. Hehehe.. Gue juga memperhatikan beberapa gedung perkantoran dan beberapa kantor asuransi (teteppp).

Starbucks
McDonald tanpa Ronal
Seru lah pokoknya, melihat view baru.
Biasanya kalo jalan2 di Indonesia dan Negara sekitarnya, pohon tuh ga mewah ya. Disini pohon langka amat. Batu sama padang pasir semua.
Bersyukur deh tinggal di Indonesia. Bersyukurnya dibarengin dengan merawat alam ya tapinya...
J



Salam,

Sitta






Tidak ada komentar:

Posting Komentar